Apa Itu Pelecehan Seksual ?
Pelecehan
seksual terdiri dari dua kata yaitu pelecehan dan seksual. Pelecehan itu
sendiri adalah suatu perilaku yang tidak baik kepada orang lain yang bertujuan
mengancam, menakut-nakuti, merendahkan atau pun membuat pihak lain tidak nyaman.
Sedangkan seksual adalah sesuatu yang berkaitan dengan jenis kelamin atau
hal-hal yang berhubungan dengan jenis kelamin pria dan wanita.
Pelecehan
seksual (sexsual harrasement) didefinisikan sebagai segala aktivitas bersifat
seksual yang tidak diinginkan dan mempengaruhi pekerjaan seorang individu,
serta menciptakan suasana kerja yang tidak nyaman. (Stephen P. Robbins : 1998)
Bedanya
dengan kekerasan seksual ?
kekerasan
seksual merupakan isu yang penting dari seluruh peta kekerasan yang berfokus
pada perempuan sebagai korban utama kekerasan seksual. Sehingga, kekerasan
seksual merupakan lingkup besar dari semua bentuk penyimpangan seksual kepada
perempuan.
Pelecehan seksual tidak hanya terjadi jika menyangkut hal-hal secara fisik
seperti mencolek, ataupun memegang bagian tubuh tertentu, akan tetapi secara
non fisik seperti siulan nakal, kata-kata yang mengandung pelecehan,
berkomentar negatif yang berbau seks, bisikan seksual ataupun gurauan porno dan
masih banyak lagi juga termasuk kedalam tindakan pelecehan seksual.
Sejauh mana berpengaruh telah terjadi, kebenaran
sesungguhnya tidak akan pernah terungkap. Selain rasa segan untuk melaporkan
adanya pelecehan, banyak peristiwa yang ditekan ke alam bawah sadar dan tidak
lagi ada dalam ingatan bahkan dalam kehidupan si korban. (Carolyn Holderread
Heggen : 1993)
Mengapa kekerasan seksual terjadi? Terjadinya pelecehan seksual karena
adanya segala perlakuan seksual yang dilakukan oleh orang dewasa kepada
siapapun. Lantas siapa yang menjadi pelaku utama dari pelecehan seksual ? Pelaku
pelecehan seksual yang disertai dengan kekerasan tidak hanya dilakukan oleh
orang luar rumah tapi dari dalam rumah bisa saja terjadi dan kenapa mereka
melakukan perbuatan itu ?
1.
Adanya tindakan
yang pernah dialami oleh orang tersebut sehingga ada keinginan untuk melakukan
perbuatan yang sama terhadap orang lain.
2.
Keluarga yang
tidak harmonis yang menimbulkan rasa kurang kasih sayang sehingga melampiaskan
permasalahan kepada orang lain.
3.
Kelainan
seksual dari pelaku yang menyebabkan selalu ingin melakukan perbuatan untuk
menyalurkan hasrat seksualnya.
4.
Penggunaan
media televisi, internet dan buku yang tidak terkontrol dan berlebihan khususnya
yang menampilkan beberapa tayangan, gambar dan akses.
5.
Pola dan bentuk permaian yang mempengaruhi
untuk berperilaku menyimpang
6.
Pengaruh
lingkungan yaitu berada ditengah-tengah kehidupan yang serba bebas, baik dalam
berperilaku, bergaul, dan berpakaian
Menurut Komnas Perempuan,
pelecehan seksual merujuk pada tindakan bernuansa seksual yang disampaikan
melalui kontak fisik maupun non-fisik, yang menyasar pada bagian tubuh seksual
atau seksualitas seseorang. Tindakan ini termasuk siulan, main mata, komentar
atau ucapan bernuansa seksual, mempertunjukkan materi-materi pornografi dan
keinginan seksual, colekan atau sentuhan di bagian tubuh, gerakan atau isyarat
yang bersifat seksual, sehingga mengakibatkan rasa tidak nyaman, tersinggung,
merasa direndahkan martabatnya, dan mungkin hingga menyebabkan masalah
kesehatan dan keselamatan.
Pelecehan seksual bukan semata
tentang seks. Inti dari masalah ini adalah penyalahgunaan kekuasaan atau
otoritas, meskipun pelaku mungkin mencoba untuk meyakinkan korban dan dirinya
sendiri bahwa perilaku pelecehan yang ia lakukan sebenarnya adalah ketertarikan
seksual dan keinginan romantis semata. Kebanyakan pelecehan seksual dilakukan
oleh laki-laki terhadap perempuan. Namun, ada juga kasus pelecehan perempuan
terhadap laki-laki, dan juga dengan sesama jenis (baik sesama laki-laki maupun
perempuan).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar